RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN
(RPL)
BIMBINGAN
DAN KONSELING
A. Materi Layanan : Kenakalan
Remaja
B. Jenis Layanan : Layanan
Informasi
C. Fungsi Layanan : Pemahaman
dan Pencegahan
D. Bidang Layanan : Sosial
E. Tugas Perkembangan : Mencapai pola
hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau
wanita.
F. Tujuan : Siswa
menerima keadaan diri dengan apa adanya dalam menjalin hubungan dengan teman
sebaya.
G. Materi :
Materi yang diberikan meliputi:
1.
Pengertian kenakalan remaja
2.
Penyebab dari kenakalan remaja
3.
Dampak dari kenakalan remaja
https://www.youtube.com/watch?v=KlASEwCBzIM
H. Kegiatan Layanan :
Tahap
Kegiatan Layanan
|
Uraian
Kegiatan
|
Kegiatan Awal
|
Konselor masuk ke ruang kelas dan mengucapkan
salam.
|
Konselor mengajak
untuk berdoa bersama-sama.
|
|
Konselor memperkenalkan
diri, Konselor menyampaikan
tujuan dan manfaat dari kegiatan layanan ini.
|
|
Konselor menyampaikan
tema yang akan dibahas.
|
|
Kegiatan Inti
|
Konselor menyampaikan
materi dan menanyakan pendapat siswa tentang kenakalan remaja.
|
Konselor memberikan pertanyaan sebagai evaluasi.
|
|
Konselor merangkum
serta menyimpulkan apa yang sudah dibahas secara bersama.
|
|
Kegiatan Penutup
|
Konselor memberitahukan kepada konseli bahwa kegiatan telah selesai.
|
Konselor mengucapkan
terimakasih dan mengucapkan
salam penutup.
|
I. Sasaran Layanan : Kelas VIII
J. Waktu Pelaksanaan : Selasa, 31
Mei 2016
K. Tempat Pelaksanaan : Ruang Kelas
L. Sumber/Bahan Alat : Internet
M. Penyelenggaraan Layanan :
Konselor
N. Alat dan Perlengkapan : LCD
dan PC-Komputer/laptop
O. Penilaian : Penilaian yang dilakukan pada
layanan ini :
1.
Penilaian Proses : Observasi
2.
Penilaian Hasil : Tes Tulis
Mengetahui, Surabaya,
31 Mei 2016
Koordinator BK Konselor
………………….. DEWI
WULANDARI
NIP. 12
500 0025
LAMPIRAN 1
Uraian Materi:
KENAKALAN REMAJA
A. Pengertian Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja
adalah semua perubahan anak remaja (usia belasan tahun) yang berlawanan dengan
ketertiban umum (nilai dan norma yang diakui bersama) yang ditujukan pada
orang, binatang, dan barang-barang yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian
pada pihak lain. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari
norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan
merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Kenakalan Remaja atau
dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile
delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan
oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk
perilaku yang menyimpang.
B.
Penyebab Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja
sangat mengganggu ketentraman lingkungan sekitar seperti sering keluar malam
dan menghabiskan waktunya hanya untuk hura-hura seperti minum-minuman keras,
menggunakan obat-obatan terlarang, berkelahi, berjudi, dan lain-lainnya itu
yang akan merugikan dirinya sendiri, keluarga, dan orang lain yang ada
disekitarnya. Cukup banyak faktor yang melatar belakangi terjadinya kenakalan
remaja. Berbagai faktor yang ada tersebut dapat dikelompokkan menjadi faktor
internal dan faktor eksternal. Berikut ini penjelasannya secara ringkas:
1. Faktor Internal
a.
Krisis
identitas
Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan
terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan
konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan
remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
b.
Kontrol diri yang lemah
Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang
dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku
'nakal'. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku
tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku
sesuai dengan pengetahuannya.
2. Faktor Eksternal
a.
Kurangnya
perhatian dari orang tua, serta kurangnya kasih saying
Keluarga merupakan
unit sosial terkecil yang memberikan fondasi primer bagi perkembangan anak. Sedangkan
lingkungan sekitar dan sekolah ikut memberikan nuansa pada perkembangan anak.
Karena itu baik-buruknya struktur keluarga dan masyarakat sekitar memberikan
pengaruh baik atau buruknya pertumbuhan kepribadian anak.
Keadaan lingkungan
keluarga yang menjadi sebab timbulnya kenakalan remaja seperti keluarga yang broken-home, rumah tangga yang
berantakan disebabkan oleh kematian ayah atau ibunya, keluarga yang diliputi
konflik keras, ekonomi keluarga yang kurang, semua itu merupakan sumber yang
subur untuk memunculkan delinkuensi remaja.
b.
Minimnya
pemahaman tentang keagamaan
Dalam kehidupan
berkeluarga, kurangnya pembinaan agama juga menjadi salah satu faktor
terjadinya kenakalan remaja. Dalam pembinaan moral, agama mempunyai peranan
yang sangat penting karena nilai-nilai moral yang datangnya dari agama tetap
tidak berubah karena perubahan waktu dan tempat. Pembinaan moral ataupun agama
bagi remaja melalui rumah tangga perlu dilakukan sejak kecil sesuai dengan
umurnya karena setiap anak yang dilahirkan belum mengerti mana yang benar dan
mana yang salah, juga belum mengerti mana batas-batas ketentuan moral dalam
lingkungannya. Karena itu pembinaan moral pada permulaannya dilakukan di rumah
tangga dengan latihan-latihan, nasehat-nasehat yang dipandang baik.
c.
Pengaruh
dari lingkungan sekitar
Pengaruh budaya
barat serta pergaulan dengan teman sebayanya yang sering mempengaruhinya untuk
mencoba dan akhirnya malah terjerumus ke dalamnya. Lingkungan adalah faktor
yang paling mempengaruhi perilaku dan watak remaja. Jika dia hidup dan
berkembang di lingkungan yang buruk, moralnya pun akan seperti itu adanya.
Sebaliknya jika ia berada di lingkungan yang baik maka ia akan menjadi baik
pula.
d.
Tempat pendidikan
Tempat pendidikan,
dalam hal ini yang lebih spesifiknya adalah berupa lembaga pendidikan atau
sekolah. Kenakalan remaja ini sering terjadi ketika anak berada di sekolah dan
jam pelajaran yang kosong. Belum lama ini bahkan kita telah melihat di media
adanya kekerasan antar pelajar yang terjadi di sekolahnya sendiri. Ini adalah
bukti bahwa sekolah juga bertanggung jawab atas kenakalan dan dekadensi moral
yang terjadi di negeri ini.
C. Akibat-akibat yang ditimbulkan oleh
kenakalan remaja antara lain:
1.
Bagi diri
remaja itu sendiri
Akibat dari kenakalan yang dilakukan oleh remaja akan berdampak bagi
dirinya sendiri dan sangat merugikan baik fisik dan mental, walaupun perbuatan
itu dapat memberikan suatu kenikmatan akan tetapi itu semua hanya kenikmatan
sesaat saja. Dampak bagi fisik yaitu seringnya terserang berbagai penyakit
karena gaya hidup yang tidak teratur. Sedangkan dampak bagi mental yaitu
kenakalan remaja tersebut akan mengantarnya kepada mental-mental yang lembek,
berfikir tidak stabil dan kepribadiannya akan terus menyimpang dari segi moral
yang pada akhirnya akan menyalahi aturan etika dan estetika. Dan hal itu kan
terus berlangsung selama remaja tersebut tidak memiliki orang yang membimbing
dan mengarahkan.
2.
Bagi
keluarga
Anak merupakan penerus keluarga yang
nantinya dapat menjadi tulang punggung keluarga apabila orang tuanya tidak
mampu lagi bekerja. Apabila remaja selaku anak dalam keluarga berkelakuan
menyimpang dari ajaran agama, akan berakibat terjadi ketidakharmonisan di dalam
kekuarga dan putusnya komunikasi antara orang tua dan anak. Tentunya hal ini
sangat tidak baik karena dapat mengakibatkan remaja sering keluar malam dan
jarang pulang serta menghabiskan waktunya bersama teman-temannya untuk
bersenang-senang dengan jalan minum-minuman keras atau mengkonsumsi narkoba.
Pada akhirnya keluarga akan merasa malu dan kecewa atas apa yang telah
dilakukan oleh remaja. Padahal kesemuanya itu dilakukan remaja hanya untuk
melampiaskan rasa kekecewaannya terhadap apa yang terjadi dalam keluarganya.
3.
Bagi
lingkungan masyarakat
Apabila remaja berbuat kesalahan
dalam kehidupan masyarakat, dampaknya akan buruk bagi dirinya dan keluarga.
Masyarakat akan menganggap bahwa remaja itu adalah tipe orang yang sering
membuat keonaran, mabuk-mabukan ataupun mengganggu ketentraman masyarakat.
Mereka dianggap anggota masyarakat yang memiliki moral rusak, dan pandangan
masyarakat tentang sikap remaja tersebut akan jelek. Untuk merubah semuanya
menjadi normal kembali membutuhkan waktu yang lama dan hati yang penuh
keikhlasan.
LAMPIRAN 2
Rencana
Penilaian: Penilaian segera
A.
Penilaian
Proses Layanan Bimbingan Kelompok (dikelas)
NO
|
INDIKATOR
YANG DIAMATI
|
A
|
B
|
C
|
1
|
Peserta
layanan dapat bekerja sama
dalam kelompok
|
|||
2
|
Keaktifan
peserta didik dalam mengikuti layanan dan partisipasi aktif
|
|||
3
|
Partisipasi
perseta didik dalam mengikuti layanan
|
|||
4
|
Materi
layanan diamati peserta layanan
|
|||
5
|
Fasilitas
mendukung dalam layanan
|
|||
Jumlah
|
Keterangan:
A : Baik = jumlah
skor 10-15
B : Cukup = jumlah skor 9-5
C :
Kurang = jumlah skor 1-5
B.
Penilaian
Hasil Bimbingan dan Konseling
NO
|
INDIKATOR
YANG DIAMATI
|
A
|
B
|
C
|
1
|
Peserta
layanan merasa senang dalam kegiatan layanan
|
|||
2
|
Peserta
layanan memahami dalam masa remaja
|
|||
3
|
Peserta
layanan akan berusaha mengembangkat hal-hal yang positif dalam masa remaja
|
|||
4
|
Kelompok
layanan dapat mempresentasikan hasil pengamatan
|
|||
5
|
Peserta
layanan memiliki pengetahuan dan pengalaman lebih tentang fasilitas yang
disediakan
|
C.
KEGIATAN
SISWA
1. Jelaskan
menurut anda, apa yang anda ketahui
tentang remaja?
2. Jelaskan
menurut pemikiran anda, apa pengertian dari kenakalan
remaja?
3. Sebutkan
apa saja yang menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja?
4. Sebutkan
secara global, akibat apa saja yang
diterima oleh siswa, keluarga, dan juga masyarakat dari adanya kenakalan remaja
yang banyak terjadi saat ini?
5. Upaya apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi
kenakalan remaja?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar